Prinsip Pada Framework COBIT 5

Source : COBIT® 5, figure 2 : page 13  
COBIT 5 menyediakan sebuah kerangka yang komprehensif dalam membantu perusahaan untuk mencapai tujuan mereka didalam tata kelola dan manajemen TI perusahaan. Hal ini membantu perusahaan dalam menciptakan nilai yang optimal dari TI dengan mempertahankan menyeimbangkan antara manfaat yang direalisasikan dengan mengoptimalkan tingkat resiko dan penggunaan sumber daya. Kerangka kerja CobiT 5 memungkinkan TI untuk diatur dan dikelola secara holistik untuk seluruh perusahaan, dimana mengambil dalam bisnis secara penuh end-to-end  bisnis dan bidang fungsional TI yang bertanggungjawab, dimana mengingat kepentingan TI berkaitan dengan pemangku kepentingan internal maupun eksternal.  Yang berupa prinsip-prinsip, berikut ini adapun prinsip dari framework COBIT 5, antara lain :
  1. Pemenuhan kebutuhan stakeholder : setiap kebutuhan dari stakeholder akan memiliki tujuan yang berbeda-beda, sehingga dapat menciptakan nilai bagi mereka stakeholder dengan mempertahankan menyeimbangkan antara manfaat yang direalisasikan dengan mengoptimalkan resiko dalam penggunaan sumber daya. Dengan begitu perusahaan dapat menyesuaikan CobiT 5 sesuai dengan konteks tujuan yang ada, menerjemahkan tujuan perusahaan dikelola, tujuan tertentu yang berkaitan dengan pemetaan TI dalam proses yang spesifik.
  2. Melindungi titik-titik penting perusahaan : CobiT 5 mengintegrasikan antara tata kelola perusahaan TI dengan tata kelola perusahaan yang mencakup semua fungsi dan proses dalam perusahaan, CobiT 5 tidak hanya berfokus pada fungsi TI, namun memperlakukan informasi dan teknologi yang terkait dengan aset yang ditangani sama seperti aset lainnya oleh semua orang dalam perusahaan. 
  3. Penggunaan sebuah framework terintegrasi : CobiT 5 sejalan dengan standar lain yang relevan dalam kerangka kerja tingkat tinggi yang dapat berfungsi sebagai kerangka untuk tata kelola dan manajemen TI perusahaan.
  4. Memungkinkan pendekatan secara holistik : dimana tata kelola dan manajemen TI perusahaan yang efisien dan efektif memerlukan pendekatan secara holistik dengan mempertimbangkan beberapa komponen yang saling berinteraksi. CobiT 5 mendefinisikan satu set enabler (pengerak/pendorong) yang didefinisikan secara luas sebagai sesuatu yang dapat membantu dalam mencapai tujuan perusahaan yang terdiri dari tujuh kategori enabler, yaitu : prinsip-prinsip, proses, struktur organisasi, budaya, etika dan tingkah laku, informasi, layanan, infrastruktur dan aplikasi dan orang.
  5. Memisahkan tata kelola dengan manajemen : CobiT 5 membagi dengan jelas antara tata kelola dengan manajemen , dimana kedua hal tersebut mencakup berbagai jenis kegiatan, memerlukan struktur organisasi yang berbeda dan melayani tujuan yang berbeda.
Reference from : IT Governance Institute, COBIT 5 : A Business Framework for the Governance and Management of Enterprise IT, ISACA, 2012.